Lawang Sewu Semarang Peninggalan Kolonial Belanda
Lawang Sewu Semarang Peninggalan Kolonial Belanda

Lawang Sewu Semarang, Sejarah Kemerdekaan Atas Kolonial Belanda

Diposting pada

PaketWisataJawa.comLawang Sewu Semarang merupakan salah satu Tempat Wisata Jawa Tengah yang terdapat di kota Semarang tepatnya di sebelah Timur Tugu Muda atau di sudut antara jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Tempat wisata semarang ini adalah bangunan bersejarah yang dibangun pada zaman Kolonial Belanda pada tahun 1904-1907.

Obyek Wisata Lawang Sewu di Lihat dari Atas
Lawang Sewu di Lihat dari Atas

Bangunan tua ini pernah dijadikan sebagai kantor pusat kereta api “Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS)” saat Belanda menguasai Indonesia. Selain itu, bangunan ini juga pernah dijadikan sebagai penjara bawah tanah saat Jepang berkuasa di Indonesia. Pada saat Indonesia sudah merdeka bangunan Bersejarah ini juga pernah dijadikan sebagai kantor pusat pemerintahan.

Sejarah Singkat Lawang Sewu Semarang

Sejarah tempat wisata lawang sewu ini tidak lepas dengan sejarah perkeretaapian. Awal mula dibangunnya berfungsi sebagai kantor pusat NIS, yakni perusahaan kereta api swasta yang membangun jalan kereta api yang meng-hubungkan antara Semarang dengan Vorstenlanden yakni (Surakarta dan Yogyakarta), walaupun pada awal tahun 1867, pemerintahan Hindia Belanda memulai jalur ini dari Semarang menuju Temanggung.

Monument Kereta Api di Lawang Sewu Semarang
Monument Kereta Api Yang di Abadikan

Setelah Jepang mengambil alih pemerintahan Belanda di Indonesia pada tahun 1942, ruang bawah tanah gedung ini yang sebelumnya merupakan saluran pembuangan air di “sulap” menjadi penjara bawah tanah sekaligus saluran pembuangan air.

Gedung ini juga menjadi saksi bisu pertempuran sengit antara rakyat Indonesia dengan tentara Jepang yang terkenal dengan sebutan Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 Oktober 1945 – 19 Oktober 1945). Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, beberapa tahun kemudian pemerintah membangun sebuah prasasti di halaman Taman Wilhelmina yang sekarang dikenal sebagai Tugu Muda.

Pintu-pintu yang ada di Lawang Sewu Semarang
Pintu-pintu yang ada di Lawang Sewu Semarang

Sebutan lawang sewu berasal dari bahasa Jawa, lawang yang berarti pintu sedangkan sewu berarti seribu. Jadi Pintu Seribu merupakan bangunan tua yang memiliki banyak pintu sehingga dijuluki dengan Lawang-Sewu. Tempat wisata dengan bangunan bersejarah ini memiliki bentuk yang unik dan memiliki arsitektur khas Belanda.

Bangunan bersejarah ini terdiri dari 3 lantai yang memiliki dua sayap yang membentang ke arah kanan dan kiri. Jika para pengunjung memasuki bangunan, maka akan melewati lorong-lorong panjang yang kanan kirinya dipenuhi dengan jendela dan pintu kayu. Jika anda masuk kedalam bangunan utama gedung lawang sewu, anda akan melewati tangga, dan diantara tangga tersebut anda akan menemui kaca besar yang menunjukkan gambar dua wanita asal Belanda.

Objek Wisata Lawang Sewu Semarang

Bagi anda para wisatawan yang gemar foto, anda dapat mengambil gambar di berbagai sudut tempat wisata. Selain sebagai foto koleksi pribadi anda, keindahan bangunan khas Belanda ini juga cocok untuk foto prewedding. Para pengunjung dimanapun anda berada, jangan khawatir, karena tempat wisata bersejarah ini dapat anda akses dengan mudah, baik membawa kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Pesona Desain Arsitektur Lawang Sewu Semarang
Pesona Desain Arsitektur Lawang Sewu Semarang

Jika anda membawa kendaraan pribadi, berjalanlah menuju Simpang Lima karena tempat wisata lawang Sewu tidak jauh dari kawasan tersebut. Jika anda naik kendaraan umum, cukup biaya Rp.5.000-, anda dari stasiun akan samapai tempat tujuan wisata lawang sewu.

Mengingat Lawang Sewu mempunyai nilai sejarah penting, maka Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Harga Tiket Masuk Lawang Sewu Semarang

Tempat wisata lawang sewu semarang dibuka setiap hari pada pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. Biaya masuk juga tidak terlalu mahal cukup dengan Rp. 10.000,- anda dapat masuk dan menikmati keindahan bangunan khas Belanda ini.

Namun jika anda ingin memasuki kawasan bawah tanah, anda dikenakan biaya Rp. 30.000,-. Di kawasan bawah tanah ini, anda akan merasakan hal yang berbeda, melihat tempat yang dulunya sebagai penjara dan masih banyak hal menarik lainnya. Selamat mencoba dan menikmati, semoga bermanfaat.

Gambar Gravatar
Kita akan menuai apa yang kita tanam. Berbuat baik akan mendapat hal baik, begitu juga sebaliknya. Terus Belajar dan Belajar Menulis untuk menuai hasil karya yg baik.

One thought on “Lawang Sewu Semarang, Sejarah Kemerdekaan Atas Kolonial Belanda

Tinggalkan Balasan