Gerbang Masuk Museum Trinil Ngawi

Museum Trinil Ngawi, Situs Fosil Makhluk Purba yg Berumur Ribuan Tahun

PaketWisataJawa.comMuseum Trinil Ngawi merupakan salah satu objek wisata sejarah yang terdapat di Ngawi, tepanya di Dusun Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Berjarak sekitar 15 km dari sebelah Barat Kota Ngawi sehingga menbutuhkan waktu kurang lebih 20 menit perjalanan.

Sejarah Singkat Museum Trinil Ngawi

Awal mula berdirinya museum Trinil adalah ditemukannya situs fosil makhluk purba pada ribuan tahun yang lalu, adapun fosil makhluk hidup purba tersebut meliputi manusia purba, hewan purba dan tumbuhan sehingga masyarakat setempat sepakat mendirikan museum untuk mengabadikan dan menyuguhkan pameran kepada pengunjung.

Sedangkan Penyebutan nama Trinil berawal dari tiga nama desa yang menjadi objek penelitian Eugene Dubois mengenai Fosil. Tiga desa tersebut meilputi Desa Kawu, Desa Gemarang dan Desa Ngancar sehingga diberi sebutan Tri. Ketiga desa tersebut berada dalam kawasan bengawan solo dimana bengawan ini memiliki debit air yang besar layaknya sungai Nil yang berada di Mesir sehingga dikiaskan dengan sungai Nil dan jadilah nama yang disebut Trinil.

Museum Trinil menjadi wahana wisata sejarah yang masih dikelola oleh pemerintahan kota setempat sehingga tempat ini menjadi tempat yang harus dilestarikan. Hingga saat ini museum Trinil sering dikunjungi oleh pelajar dan kalangan akademisi. Selain berwisata, mereka juga dapat memperoleh banyak pengetahuan serta pengalaman mengenai fosil, penelitian ilmiah juga sering dilakukan oleh para peneliti untuk mengungkapkan sejarah pada zaman purba.

Akses Jalan Menuju Kawasan Museum Trinil

Letak museum Trinil sangat strategis sehingga mudah diakses dari arah manapun. Kondisi jalan juga sangat mendukung sehingga dapat ditempuh dengan berbagai kendaraan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, dapat pula ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Untuk menuju tempat wisata Museum Trinil anda dapat berjalan melalui jalan raya Ngawi – Solo, di sana anda akan menemukan pertigaan, kemudian dari pertigaan beloklah ke arah Utara, kemudian teruslah berjalan lurus kurang lebih 3 km hingga sampai di Museum Trinil. Letak Museum tepat berada di tepi sungai bengawan Solo. Di sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan indah kota Ngawi dengan melewati perumahan dan area persawahan.

Objek Wisata Museum Trinil Ngawi

Tempat wisata museum Trinil memiliki keindahan yang khas, arsiterturnya yang unik mampu menarik perhatian para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Areanya yang luas serta fasilitasnya yang memuaskan. Pada halaman museum terdapat tugu peringatan, dimana tugu ini dibangun oleh seorang Ilmuan asal Belanda “ Eugene Dubois”. Tugu ini dijadikan sebagai tanda ditemukannya fosil manusia kera yang berdiri tegak “ Pithecantropus Erectus” yang berupa langit tengkorak dan tulang paha, penemuan ini dikategorikan dalam genus “Homo Erectus” asal Jawa.

Selain tugu peringatan, di halaman museum juga terdapat banyak patung hewan purba, di mana para pengunjung yang datang dapat melihat koleksi binatang purba yang berukuran lebih besar dibanding hewan sekarang. Nah, memasuki area museum anda akan menemukan ruangan yang berisi beraneka macam pameran fosil hewan dan tumbuhan. Beberapa fosil hewan yang ditunjukkan adalah bagian gading gajah purba, banteng purba, tulang rahang bawah macan, tanduk kerbau purba dan jenis hewan purba lainnya. Fosil-fosil tersebut ditata rapi di dalam almari dan masing-masing fosil diberi keterangan.

Di dalam ruang pameran museum Trinil juga tersedia koleksi tengkorak manusia purba, sayangnya yang di pamerkan kepada pengunjung hanya berupa duplikat dan yang asli telah di bawa ke Negara Belanda “ kata Catur Harigumono selaku pemelihara Museum Trinil”.

Tidak hanya itu, pengunjung yang datang ke tempat wisata museum Trinil juga dapat melihat berbagai koleksi batu di zaman purba. Jenis batu yang dipamerkan berupa batu andesit, batu bata, batu putih, terakota, keramik dan logam. Sebenarnya di museum Trinil ini masih memiliki banyak koleksi, terdapat 1.500 fosil, namun yang dipamerkan kepada pengunjung baru sekitar 1.000, selebihnya masih dalam proses penataan dan masih di simpan dalam gudang museum.

Melihat fosil yang berada di tempat wisata Museum Trinil ini seakan kita merasakan hidup di tengah masyarakat purba pada ribuan tahun yang lalu. Di mana manusia mampu bertahan hidup dengan keadaan yang masih primitif.
Selain koleksi berbagai fosil yang menjadi andalan yang dipamerkan oleh museum trinil, terdapat juga fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung. Di kawasan wisata ini terdapat area bermain anak-anak di mana anak-anak bebas bermain sesuai yang diinginkan dengan catatan masih tetap dalam pengawasan, ruang pembelian tiket, ruang informasi, ruang studi koleksi, dan ruang laboratorium, terdapat pula toilet umum, tempat ibadah serta area parkir yang luas.

Lelah setelah selesai bermain dan mengitari seluruh sudut museum, anda para pengunjung dapat bersantai dan beristirahat bersama rombongan dan keluarga di pendopo yang berada tepat di halaman depan museum.

Harga Tiket Masuk Museum Trinil

Nah untuk dapat memasuki kawasan wisata dan melihat semua jenis koleksi fosil di museum, anda tidak perlu khawatir untuk membayar mahal karena konstribusi yang ditentukan kepada pengunjung hanya Rp. 5.000 bagi wisatwan lokal serta Rp. 10.000 bagi wisatawan asing. Adapun jam operasional museum Trinil di buka setiap hari mulai Selasa – Minggu dari pukul 07.30 pagi hingga pukul 15.30 sore. Untuk hari Senin museum ini ini tutup sebagai hari libur spesial.

Satu lagi, jangan lupa untuk mengabadikan moment belajar dan berlibur ini dengan mengambil gambar di setiap sudut museum, ambillah gambar-gambar fosill selain sebagai sumber pebgetahuan, bukti, galeri juga sebagai koleksi foto pribadi. Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai wahana wisata Museum Trinil Ngawi, selamat belajar dan berlibur. Semoga bermanfaat.

Comments

comments

  • Asiyah

    Kita akan menuai apa yang kita tanam. Berbuat baik akan mendapat hal baik, begitu juga sebaliknya. Terus Belajar dan Belajar Menulis untuk menuai hasil karya yg baik.

Tinggalkan Balasan

WordPress spam blocked by CleanTalk.