Berkunjung Di Klenteng Sam Poo Kong Jika Anda Wisata Ke Semarang


Semarang adalah Ibukota dari Propinsi Jawa Tengah yang juga merupakan sebuah kota industri. Karena banyak pabrik dan perkantoran disana. Dari tatanan kota yang yang cukup padat namun masih terselip beberapa bangunan atau obyek wisata diantara bangunan-bangunan modern. Kota Semarang terkenal dengan bangunan Lawang Sewu , Tugu Muda dan Kota Lama yang menjadi ikonic wisata Kota Semarang. Bukan hanya itu, ternyata Kota Semarang masih banyak menyimpan obyek wisata yang menarik. Salah satunya Klentheng Sam Poo Kong yang menghadirkan suasana lain di kota atlas tersebut.

Obyek Wisata
Klentheng Sam Poo Kong atau juga disebut Gedung Batu bukan sekedar tempat beribadah bagi penganut Tri Darma. Klentheng ini juga menyimpan banyak sejarah yang sedikit mempengaruhi kebudayaan kerukunan antar umat di Kota Semarang. Lambat laun klentheng ini menjadi tempat wisata bagi siapa saja dan apapun kepercayaannya. 

Sedikit sejarah tentang Klentheng Sam Poo Kong. Bermula dari seorang Laksamana yang bernama Laksamana Cheng Ho berasal dari Tiongkok dalam berlayar mengarungi laut Jawa. Laksamana Cheng Ho berlayar mengarungi samudera dengan misi membawa kedamaian kepada kerajaan-kerajaan yang disingahinya. Saat tiba di nusantara seorang awak kapal mendadak sakit keras, laksamana memutuskan untuk bersandar dan mengobati awak kapalnya di suatu daerah yang bernama Simongan. Disitu laksamana menemukan sebuah gua dan memutuskan untuk istirahat di gua tersebut sembari menggunakan gua tersebut untuk tempat bersembahyang. Dan Laksamana Cheng Ho melanjutkan perjalanan kembali ke Tiongkok. 

Awak kapal yang ditinggalkan di Simongan akhirnya menikahi wanita lokal dan memilih hidup dengan cara bercocok tanam ataupun berdagang. Kemudian awak kapal tersebut membangun sebuah patung Laksamana Cheng Ho didalam gua guna menghormati Laksamana Cheng Ho. Sepeninggal dari para awak kapal Laksama Cheng Ho, masyarakat etnis Cina mendirikan sebuah klentheng sederhana yang diberi nama Klentheng Sam Poo Kong. Pada Saat abad ke 18 daerah Simongan dikuasai oleh seorang tuan tanah dan menetapkan tarif pajak bagi yang akan beribadah di Klentheng tersebut. Penetapan pajak ini baru berakhir pada tahun 1879 saat Raja Gula Oei Tiong Ham membeli hak atas tanah ini. Klenteng Sam Poo Kong pun kembali dikunjungi warga dan terus berbenah diri serta bersolek menjadi cantik seperti sekarang. 

Berada di area klentheng ini membawa kita seakan berada di suatu tempat di negeri Cina, area yang berluas sekitar 1.020 meter persegi dan didominasi warna merah megah serta aroma dupa hio menambah dalam kesan tersebut. Area ini terbagi menjadi dua, yaitu area plasa dan bangunan klentheng. Di area plasa terdapat sebuah patung raksasa Laksaman Cheng Ho yang setinggi 10,7 meter, patung ini terbuat dari bahan dasar perunggu ini langsung dibuat dari Tiongkok dan tercatat sebagai patung tertinggi se Asia Tenggara. Di sebelah utara terdapat deretan patung-patung dewa dari mitology Cina yang berdiri gagah dan di sebelah selatan berdiri megah sebuah bangunan gerbang raksasa berwarna merah menyala menambah kesan serasa di negeri Cina. 

Di kompleks klentheng ini terdapat 4 klenteng yang bernama Klenteng Dewi Laut, Dewa Bumi, Kyai Juru Mudi, dan Klenteng Sam Poo Kong. Sedangkan di bagian bawah terdapat petilasan Kyai Jangkar, Kyai Tumpeng, dan Kyai Tjundrik Bumi. Di belakang Klentheng besar yang dihiasi oleh pilar yang berukiran naga dan tatanan lampion merah yang rapi terdapat Gua Gedung Batu yang memiliki satu pintu denga ukiran naga diatasnya. Disebelah kanan dan kiri terdapat relief yang menceritakan perjalanan Laksamana Cheng Ho. Didalam Gua Gedung Batu terdapat mata air yang tidak pernah kering walaupun pada saat musim kemarau. 

Tidak semua pengunjung bisa masuk ke area klentheng ini, tetapi bagi yang akan memanjatkan doa bisa masuk dengan syarat yang berlaku. Di dalam klentheng para pengunjung bisa juga menemui seorang Biokong untuk membaca peruntungan dengan proses Ciamsi. Di area ini pengunjung juga bisa bernasis ria dengan menggunakan kostum ala gadis Cina ataupun kostum dari Laksamana Cheng Ho. 

Lokasi
Klentheng Sam Poo Kong beralamat di Jl. Simongan Raya 129, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Akses
Klenteng Sam Poo Kong berjarak sekitar 3 kilometer dari Simpang Lima, Kota Semarang dan 2 kilometer dari Tugu Muda atau Lawang Sewu. Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum dari pusat kota sekitar 20 menit dan turun di Simpang Kali Garang. Selanjutnya, Anda tinggal berjalan kaki menuju ke lokasi karena belum ada transportasi umum yang melewati tempat ini. 

Fasilitas dan Akomodasi
Klentheng ini sudah memliki berbagai fasilitas sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat wisata. Dari area parkir yang luas, penjual makanan samapi denga toilet. Bagi yang menginginkan penginapan, penginapan bisa anda cari disekitar area Klentheng Sam Poo Kong.

Menjelajahi Pesona Pulau Biawak Indramayu Jawa Barat

Indonesia memiliki Pulau Komodo yang sangat terkenal hingga kancah internasional dengan keindahan pulau, pantai dan satwa komodonya. Akan tetapi Indonesia juga mempunyai pulau yang juga menyerupai Pulau Komodo yang tak kalah indah pulau, pantai dan satwanya. Pulau Biawak namanya terletak di propinsi Jawa Barat yang juga tempat konservasi satwa didalamnya. 

Obyek Wisata
Pulau Biawak merupakan pulau konservasi fauna yang sesuai dengan namanya. Yaitu Biawak ( varanus salvator ) yang mempunyai ukuran 20 cm sampai dengan 150 cm, jenis reptil yang menyerupai hewan Komodo ini telah ada di pulau ini jutaan tahun yang lalu. Dengan jumlah yang mencapai ratusan ekor dan hidup di semak semak dan hutan bakau ini merupakan hewan liar tetapi tidak menyerang manusia kecuali keberadaanya diganggu. Selain Biawak, juga dapat ditemui satwa lain yaitu trinil pantai, burung cangak laut dan burung uidang biru. 

Berada di laut jawa menjadikan Pulau Biawak mempunyai panorama pantai yang landai tidak mempunyai ombak yang besar seperti pantai pantai yang berada di laut selatan. Snorkling dan diving adalah cara yang tepat untuk menikmati keindahan laut yang bening dan karang-karang hidup yang masih tersentuh oleh tangan. Pulau dengan ukuran sekitar 742 hektar yang sebagian adalah hutan bakau menjadikan Pulau Biawak sangat rimbun akan pepohonan. Hutan Pinus sebagai sarang burung-burung endemik juga akan dapat ditemui di Pulau Biawak. Dipinggir pantai kita akan bisa melihat pembudidayaan laut dan penangkaran biota laut seperti keramba jaring apung ikan Kerapu, Rumput Laut dan penagkaran ikan hias laut. 

Ditengah-tengah pulau terdapat sebuah mercu suar yang masih digunakan sebagai navigasi kapal-kapal yang melintas. Mercu suar yang dibangun oleh Zm William pada tahun 1872 memiliki bentuk bangunan seperti dengan mercu suar yang berada di Bangka Belitung dan Anyer Tanggerang. Dengan anak tangga yang berjumlah sekitar 300 anak tangga yang terbuat dari besi dan teras yang berukuran sekitar 80 cm ini pengunjung dapat menaikinyadan menikmati keindahan Pulau Biawak dari atas. 

Selain pulau utama, Pulau Biawak mempunyai gugusan pulau lain. Yaitu Pulau Gosong dan Pulau Candikian dengan jarak tempuh dari Pulau Biawak sekitar 30 menit ke Pulau Gosong dan sekitar 1 jam ke Pulau Candikian. Kedua pulau ini juga sangat indah namun tidak berpenghuni.

Lokasi
Secara administratif, Pulau Biawak masuk dalam kawasan Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat. 

Akses
Pulau Biawak dan sekitarnya yang terletak di sebelah utara Indramayu, yaitu sekitar 26 mil (±50 km) dari daratan Indramayu ini dapat dijangkau dengan menggunakan kapal nelayan dengan lama perjalanan 4-6 jam. Akses menuju pulau ini dapat ditempuh dari Brondong dan Karangsong menggunakan perahu yang disewa dari nelayan karena tidak ada angkutan khusus yang berangkat setiap hari. 

Fasilitas dan Akomodasi
Untuk fasilitas menginap dan makan akan banyak ditemui di Pulau Biawak. Kalau tidak mau repot kita dapat menghubungi agen tour untuk mengurus segala keperluan selama kita berlibur di Pulau biawak.

Gunung Salak, Objek Wisata Alam di Bogor, Jawa Barat

Salah satu tujuan obyek wisata di Jawa Timur yaitu Gunung Bromo, sedangkan obyek wisata di Jawa Barat yaitu Gunung Salak. Gunung Salak adalah salah satu gunung berapi yang berada di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini mempunyai 2 puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Tinggi puncak Salak I adalah 2.211 m diatas permukaan laut dan tinggi (dpl) puncak Salak II adalah 2.180 m dpl. Terdapat satu puncak lagi di Gunung Salak yaitu bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.

Secara administratif lokasi Gunung Salak termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Untuk kawasan hutannya awalnya berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani KPH Bogor, akan tetapi sejak tahun 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, kini bernama Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Banyak yang mengira nama Gunung Salak berasal dari nama tanaman Salak, namun sebenarnya nama gunung ini berasal dari bahasa sansekerta “Salaka” yang berarti perak, jadi bisa disebut Gunung Perak.

Obyek Wisata
Bagi para pecinta alam, kegiatan mendaki gunung dan bermain di air terjun wajib hukumnya. Namun, bukan berarti keindahan panorama pegunungan tidak diminati ataupun tidak dapat dinikmati oleh keluarga. Salah satunya obyek wisata di Jawa Barat yaitu Gunung Salak. Selain air terjun yang memiliki daya tarik tersendiri, Gunung Salak dekat dan sangat mudah dijangkau. Beberapa obyek wisata yang dimiliki Gunung Salak yaitu, Curug Cihurang. Untuk perjalanan awal, Anda bisa mengunjungi Curug Cihurang dengan membayar biaya retribusi Rp. 2.500,- per orang. Di sini Anda dapat melihat air terjun setelah berjalan sekitar 150 meter dari pintu masuk. Meskipun air terjunnya tidak terlalu tinggi, kolamnya yang tidak terlalu dalam sangat cocok untuk sekedar bermain air.
Setelah puas di Curug Cihurang, Anda bisa melanjutkan perjalanan untuk menuju Curug Ngumpet. Lokasi obyek wisata Curug Ngumpet ini tidak begitu jauh dari Curug Cihurang. Tetapi, Anda lebih baik menuju tempat ini dengan kendaraan. Pengunjung akan dikenakan biaya Rp. 2.500,-. Air terjun di lokasi ini memang lebih tinggi dibandingkan dengan Curug Cihurang, tetapi kawasan di sekitar air terjun ini tidak terawat. Banyak sampah yang merusak pemandangan mata.

Perjalanan selanjutnya yaitu Curug Seribu. Sebagai air terjun yang cukup tinggi di kawasan obyek wisata Gunung Salak, air terjun ini memiliki tinggi sekitar 100 meter. Namun, butuh ekstra usaha untuk mencapai lokasi ini. Anda harus mengikuti jalan setapak yang membelah hutan. Sensasi petualangan akan sangat terasa untuk dapat menikmati pesona air terjun yang mengalir dari sela-sela gunung.

Perjalanan terakhir yaitu mengunjungi air terjun yang paling sering dikunjungi dan merupakan ikon seluruh kawasan air terjun Gunung Salak, yaitu Curug Cigamea. Lokasinya memang lebih mudah dijangkau dan terawat, sehingga lebih dikembangkan sebagai kawasan wisata dibandingkan curug lainnya. Anda akan dikenai biaya tiket masuk Rp. 2.500,- setelah itu jika Anda ingin mencapai lokasi Curug Cigamea, Anda harus melintasi jalur sepanjang 200 meter. Terdapat fasilitas kamar mandi yang bersih, tempat ibadah, dan warung yang berjejer rapi di lokasi ini. Setelah lelah mengunjungi empat air terjun tersebut, jangan lupa untuk membawa oleh-oleh seperti buah-buahan dan kerajinan tangan yang berupa anyaman bambu yang menarik.

Harga Tiket Masuk
Untuk masuk di obyek wisata Gunung Salak, pengunjung akan dikenai biaya retribusi sebesar Rp. 2.500,- di setiap air terjun.

Akomodasi dan Fasilitas
Beberapa fasilitas dan akomodasi Gunung Salak seperti kamar mandi yang bersih, tempat ibadah, dan warung tersedia di sini. Untuk Anda yang ingin menginap di sekitar kawasan Gunung Salak juga terdapat beberapa penginapan seperti hotel berbintang dan losmen.

Akses
Akses untuk mencapai Kawasan Wisata Gunung Salak, ada beberapa alternatif jalur yaitu
  • Jalur Cempalng-Pamijahan-Salak Endah
  • Jalur Cikampak-Salak Endah-Cibatok.
  • Jalur Tamansari-Gunung Bunder-Salak Endah.

Info Tambahan
  • Sebaiknya, gunakan jalur Cemplang-Pamijahan-Salak Endah. Karena, selain berjarak tempuh paling dekat dari jalan raya Bogor-Leuwiliang, kondisi jalan lebih bagus dan tidak berkelok-kelok.
  • Membawa pakaian ganti dan peralatan mandi lainnya.
  • Jika Anda membawa putra-putri Anda, pastikan mengenakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan di jalur yang berbatu.

Keindahan Pulau Kecil Gili Labak Sumenep Madura


Mendengar tempat wisata atau destinati Gili pasti terbayangkan pulau kecil yang berpasir putih, biru laut dan desiran ombak yang tenang yang berada di Lombok. Ternyata yang mempunyai Gili bukan hanya Lombok, di Propinsi Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Sumenep Madura mempunyai beberapa Gili. Salah satunya adalah Gili Labak, pulau yang berada paling ujung timur pulau Madura dan tempat wisata di Jawa Timur ini belum banyak orang yang mengetahuinya.

Obyek Wisata 
Bentangan pasir putih dan lautan biru dengan ombak yang landai menjadikan Pulau Gili Labak yang sangat layak untuk dikunjungi.pasir putih gili labak sumenep Sekitar 50 meter sebelum berlabuh di bibir pantai akan disambut dengan beningya air laut membuat anda bisa menikmati gugusan terumbu karang yang sangat indah. Gili Labak menjadi salah satu tempat favorit bagi yang hobi snorkling ataupun diving karena Gili Labak mempunyai titik titik terumbu karang dan biota laut yang cukup beragam. Tetapi untuk menikmati hobi snorkling tersebut disarankan untuk membawa sendiri alatnya, karena disana belum ada yang menyewakan alat tersebut. 
 
Gili Labak yang dahulu orang menyebutnya dengan Pulau Tikus mempunyai luas sekitar 5 hektar dan dapat dikelilingi dengan berjalan kaki kurang lebih 30 menit ini dihuni sekitar 35 kepala keluarga. Untuk penunjang fasilitas di Gili Labak masih tergolong kurang. Seperti keterbatasan air bersih yang memang belum ada sumber air tawar di pulau tersebut, listrik yang hanya menyala di malam hari, belum adanya penginapan ataupun warung makanan. Jadi kalau menginginkan menginap, anda bisa menginap di rumah warga atau berkemah dipinggir pantai dan bawalah kebutuhan makanan selama berada di Gili Labak. 

Bagi anda yang ingin merasakan sensasi pulau pribadi serta daerah pesisir pantai yang masih alami, Gili Labak merupakan lokasi yang tepat. 

Lokasi
Pulau Gili Labak secara teritori terletak di Kecamatan talang Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Akses
Untuk menuju ke Pulau Gili Labak anda dapat menempuh dengan cara menggunakan bus dari Terminal Bungurasih, Surabaya menuju Sumenep dengan jadwal keberangkatan tiap jam. Perhentian terakhir adalah di Pelabuhan Kalianget, Sumenep dan menyewa kapal PP Kalianget – Gili Labak adalah Rp. 350.000, dengan kapasitas sekitar 15 orang. Harga ini tidak pasti, jadi pandai-pandailah menawar. 

Fasiltas dan akomodasi
Untuk fasilitas akomodasi di Pulau Gili Labak sangatlah jarang atau minim fasilitas. Sehingga untuk kebutuhan makanan dan kalau menginap disarankan untuk disiapkan.

Berwisata di Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Salah satu obyek wisata di Jawa Barat yaitu Gunung Tangkuban Perahu, yang merupakan obyek wisata andalan di Propinsi Jawa Barat. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 m dpl. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.

Cerita Legenda
Terdapat cerita legenda Gunung Tangkuban Perahu ini, diceritakan dahulu kala, Sangkuriang yang jatuh cinta kepada ibunya sendiri, yaitu Dayang Sumbi, bersikeras untuk memperistrinya. Karena mengetahui ikatan darah tersebut, Dayang Sumbi menolaknya dengan memberi syarat yang berat. Sangkuriang harus membuat sebuah perahu dalam waktu semalam. Akhirnya, perahu yang diminta Dayang Sumbi tidak selesai tepat pada waktunya. Karena marah dan kesal, perahu itu ditendang oleh Sangkuriang dan membentuk sebuah gunung berkawah yang menyerupai bentuk perahu tersebut.

Obyek Wisata
Beberapa obyek wisata selain Kawah Ratu sebagai daya tarik utamanya, ada beberapa obyek wisata lainnya di lokasi ini. Sangat disarankan untuk mengunjungi obyek wisata alam lainnya ini. Sekitar 1 Km dari gerbang utama, Anda akan menemukan tempat parkir pertama yang ramai. Di situlah terdapat Kawah Domas. Anda diperbolehkan untuk mendatangi kawah ini, karena hanya berupa kawah kecil dengan semburan air panas. Tetapi Anda harus berjalan kaki sejauh 1.3 Km. Di Kawah Domas, Anda bisa memasak telur yang bisa disantap setelah matang dengan cara dimasukkan ke dalam kawah, Anda pun juga bisa merendam kaki untuk sekedar menghilangkan capek setelah berjalan mengelilingi Tangkuban Perahu. Setelah menikmati Kawah Domas, Anda bisa melanjutkan perjalanan untuk melihat Kawah Upas yang berada tepat di seberang Kawah Ratu. Dalam perjalanan, Anda akan ditemani pemandangan yang sangat asri oleh pepohonan rindang di kanan kiri jalan. Ditempat ini, suasana jalannya cukup sepi karena pengunjungnya tidak banyak. Jika Anda lelah berjalan kaki, Anda bisa menyewa kuda dengan harga sewa Rp. 20.000,-.

Harga Tiket Masuk
Tiket masuk di obyek wisata ini adalah Rp. 12.500,-/orang, Rp. 9.000,-/mobil, Rp. 4.000,-/motor, dan Rp. 17.500,-/bus. 

Fasilitas dan Akomodasi
Jika Anda ingin membeli oleh-oleh, banyak terdapat berbagai macam yang bisa Anda beli, seperti pakaian, boneka, aneka kerajinan tangan, jajanan, serta obat tradisional belerang untuk reumatik dan sakit gula. Beberapa penginapan/hotel juga tersedia di tempat ini. Klik di sini jika Anda ingin menginap di hotel dekat Gunung Tangkuban Perahu. 

Akses
Berjarak sekitar 30 Km dari Bandung dan dapat ditempuh dengan mudah melalui jalur Bandung-Ledeng-Lembang. Bagi pengguna kendaraan roda dua, gunakan jalur alternatif Bandung-Lembang, yaitu melalui Dago dan Pagerwangi yang berjarak sekitar 5 Km, melewati Pasar Lembang. Jalan menuju kawasan wisata ini sudah teraspal dengan baik, tetapi terdapat beberapa tikungan tajam yang curam. Dari Lembang, hanya 11 Km ke arah Subang untuk dapat mencapai gerbang utama obyek wisata. 

Info Tambahan 
Jika Anda berencana untuk berkunjung pada hari libur, usahakan datang pagi-pagi sekali untuk menghindari kepadatan jalur, terutama di kawasan Lembang. 

Jatim Park Malang, Wahana Rekreasi Keluarga

Jatim Park terletak di lereng timur Gunung Panderman, tepatnya di jalan Kartika No 2, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Obyek wisata Jawa Timur ini berjarak sekitar 2.5 km dari pusat kota Batu. Kawasan ini mencakup 11 hektare dengan ketinggian 850 m diatas permukaan laut.

Ketika masuk ke lokasi Jatim Park, wisatawan akan menyaksikan Galeri Nusantara. Setelah itu, wisatawan akan masuk Taman Sejarah yang berisi miniatur candi di Jawa Timur, rumah adat Kyai Hasan Besari Ponorogo, dan Stupa Sumberawan. Jatim Park mendekorasi Galeri Etnik Nusantara dan Anjungan Jawa Timur dengan tujuan untuk memperdalam wawasan tentang ragam budaya bangsa. Lebih tepatnya Jatim Park ini merupakan galeri budaya yang dikemas dalam tampilan rekreasi yang menarik untuk wisatawan. Mengapa demikian? karena Jatim Park memiliki 36 wahana, di antaranya kolam renang raksasa. Kolam renang tersebut berlatar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok dan Mpu Gandring. 

Ketika wisatawan berkunjung ke Jatim Park ini, wisatawan tidak hanya dapat menyaksikan budaya Nusantara. Akan tetapi, wisatawan juga dapat menimba ilmu dengan hadirnya Galeri Belajar. Galeri ini memadukan konsep pendidikan dalam ruang dan waktu. Di dalam galeri ini wisatawan dapat belajar ilmu pengetahuan Biologi, kimia, Matematika, Fisika, Stadium Galeri Belajar, dan Lembar Panduan Belajar Siswa dan kelengkapan alat peraga ilmu terapan. 

Jatim Park benar-benar wahana rekreasi keluarga yang menyenangkan dan bermanfaat. Apalagi ditambah dengan Taman Agro yang menyajikan tanaman dan buah-buahan langka. Anak-anak juga dapat menikmati sarana bermain, seperti bowling, lempar bola, disko skuter, food center Ken Dedes dan Ken Arok. Jika wisatawan ingin melihat binatang-binatang yang sudah diawetkan, wisatawan bisa berkunjung ke Animal Diorama. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa mengunjungi di situs resmi Jatim Park.

Fasilitas
  • Tempat Parkir yang memadai dengan luas sekitar 1 hektar
  • Nursery Room
  • Fasilitas jalan bagi pengunjung yang menggunakan kursi roda dan kereta bayi
  • Free untuk peminjaman kursi roda
  • Tempat istirahat untuk bayi dan ibu menyusui yang dilengkapi pula, microwave, dispenser dan tempat ganti popok
  • Toilet di 14 titik Lokasi dengan total 60 kamar
  • Outlet makanan & minuman
  • Studio Foto
  • Pasar Wisata
  • Musholla
  • Klinik
Akomodasi Hotel 

Jika Anda ingin tinggal lebih lama di Jatim Park, Anda bisa menginap di Pondok Jatim Park Hotel & Cafe, yang hanya berjarak sekitar 500 m dari lokasi Jatim Park. Atau klik di sini jika Anda ingin mencari dan memesan hotel dekat Jatim Park.

Keindahan Pantai Lembupurwo Kebumen

Kebumen adalah sebuah kota kecil yang berada di Propinsi Jawa Tengah, dan berdekatan dengan kota Yogyakarta yang banyak terdapat tempat wisatanya. Hal itu menjadikan Kota Kebumen ini hanya sebagai akses lewat pengunjung yang melancong dari Pulau Jawa bagian barat. Ternyata Kota Kebumen memiliki destinasi wisata yang sangat indah untuk dikunjungi. Sebuah pantai dengan nama Pantai Lembupurwo yang merupakan bagian dari gugusan pantai selatan.

Obyek Wisata

Pantai Lembupurwo berada di Kota kebumen bagian timur selatan, hampir berbatasan dengan Kota Purworejo. Pantai ini layaknya sebuah pantai selatan dengan ciri khas ombak yang besar dan luas. Pantai ini masih terbilang masih alami, karena baru sedikit bangunan-bangunan buatan manusia yang berdiri di area pantai. 

Yang berbeda dari pantai ini dengan pantai yang lain adalah pemandangan uniknya. Dari area parkir pengunjung akan dibawa menempuh sebuah perkebunan milik warga sekitar yang berwarna khas hijau dedaunan dengan ornament warna merah dari buahnya. Setelah melewati perkebunan, pengunjung akan diajak melewati sekumpulan gundukan pasir yang disebut dengan gumuk pasir bak padang pasir yang kalau disiang hari akan sangat menyengat panasnya. Disarankan apabila berkunjung dipantai ini pada waktu pagi hari ataupun sore hari. Dari gumuk pasir akan nampak beberapa genangan-genangan kolam air diantara tumbuhan air yang hijau yang membentuk sebuah laguna, laguna ini terbentuk dari sewaktu air laut mengalami pasang. Dengan ukuran yang luas, laguna ini juga terdapat ikan-ikan kecil laut,udang dan beberapa aneka kerang yang menghiasi bawah air laguna ini. Karena kedalaman laguna yang tidak terlalu dalam, menjadikan tempat ini sebagai tempat bermain air ataupun berenang oleh pengunjung. Setelah melewati sebuah laguna, pengunjung akan dibawa melewati rerimbunan pohon yang teduh dan sambutan pasir hitam bersih serta luasnya garis pantai yang memanjang dari ujung timur sampai ke barat. 

Pada saat hari libur, pantai ini akan ramai dengan pengunjung. Banyak gubug-gubug yang digunakan oleh penjaja makanan khas Pantai Lembupurwo yang berupa tempe mendoan yang anget dan keripik undur-undur ( binatang sejenis crustacea, rasanya agak mirip udang ). Selain itu pengunjung dapat bermain layang-layang, bermain bola ataupun membangun istana pasir sambil menikmati indahnya sunset. 

Lokasi

Pantai Lembupurwo terletak di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah.

Akses

Rute jika naik kendaraan umum bisa naik Kopada berwarna kuning dari depan pasar Kulon Prembun. Cukup membayar 3-4 ribu. Turun hingga di poolnya, pas di perempatan dekat balai desa Lembupurwo baru dilanjutkan jalan kaki ataupun naik ojek.

Fasilitas dan Akomodasi

Ada beberapa fasilitas berupa kamarmandi dan penjaja makanan di area pantai. Untuk masalah penginapan bisa didaptkan di Kota Kebumen.

Taman Nasional Karimunjawa Jepara

Taman Nasional Kepulauan Karimunjawa adalah kawasan wisata yang berupa kepulauan. Terletak di Laut Jawa, dan menjadi obyek wisata di Jawa Tengah, berjarak kurang lebih 83 km dari kota Jepara menuju arah utara. Luas daratannya 7.120 ha dengan jumlah pulau 27 buah. Namun, yang berpenghuni hanya 5 pulau. Kelima pulau tersebut adalah Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting.

Di sekitar pulau kawasan ini terlihat hamparan pemandangan alam yang indah. Selain itu, tampak pula pasir putih yang membentang di sepanjang pantai. Di kawasan ini terdapat 242 jenis ikan hias dan 133 genera fauna akuatik. Secara garis besar fauna yang ada di Kepulauan Karimunjawa terdiri atas 2 kelompok, yaitu kelompok daratan dan kelompok perairan. Kelompok daratan meliputi rusa, trenggiling, landak, ular, bangau tong-tong, bangau abu, elang laut, dan wedi-wedi. Burung elang laut merupakan satwa langka yang dapat dijumpai di kepulauan ini. Adapun kelompok perairan, meliputi terumbu karang, spons, karang lunak, akar bahar, kerang merah, penyu, dan ikan hias. Sebagian besar pantai di Karimunjawa berpasir putih. Oleh karena itu, obyek wisata ini sangat cocok untuk kegiatan berjemur, menyelam, dan memancing. Kegiatan menyelam cocok dilakukan di Tanjung Gelam yang terletak di Karimunjawa, Pulau Menjangan Kecil, dan Pulau Cemara Kecil. Sementara itu, kegiatan berenang di pantai dan berjemur cocok dilakukan di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Cemara Kecil.

Masyarakat

Pendidikan di Karimunjawa sudah menjangkau sampai tingkat SMU. Selain memiliki sekitar 10 SD (lima di Karimun, tiga di Kemujan dan masing-masing satu di Parang dan Genting), Karimunjawa juga memiliki satu SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMK Negeri jurusan Budidaya Rumput Laut serta Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan yang merupakan sekolah gratis, serta satu Madrasah Aliyah di Kemujan.

Transportasi

Untuk menuju tempat ini yang paling umum digunakan yaitu kapal dari Semarang dan Jepara. Jika Anda dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Anda bisa menggunakan kapal Kartini I yang berangkat setiap Sabtu pukul 9 pagi dan kembali dari Karimunjawa setiap Minggu siang, lama penyebrangan membutuhkan waktu sekitar 3 jam. 

Namun jika Anda berangkat dari Pelabuhan Pantai Kartini,Jepara, Anda bisa menggunakan Kapal Muria yang berangkat setiap dua hari sekali,lama penyebrangan kapal kelas ekonomi ini membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Yang perlu diperhatikan, untuk jadwal kapal dari pelabuhan Jepara biasanya berangkat hari selasa, kamis, dan sabtu jam 9 pagi dan dari Karimunjawa menuju Jepara yaitu hari rabu, jumat, dan minggu jam 8 pagi. Jadwal ini bisa berubah tergantung cuaca atau ombak di laut jawa. Dan jika seandainya terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan tidak akan memberikan izin pelayaran, dan jadwal keberangkatan kapal akan berubah mengikuti perubahan cuaca. 

Jkura kura resort karimunjawaika Anda ingin lewat jalur udara untuk menuju Karimunjawa, Anda bisa menyewa pesawat dengan jenis CASSA 212 yang berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan yang jelas waktu yang ditempuh lebih cepat, yaitu sekitar 30 menit. 

Akomodasi Karimunjawa 

Beberapa fasilitas dan akomodasi hotel yang ada di Karimunjawa yaitu Kura Kura Resort, Wisma Apung, Escape Romantic Beach Hotel, Karimunjawa Inn, Dewandaru Resort, Blue Laguna Inn, Puri Karimunjawa, dan Homestay Dafista.
 

Temukan Kami Di :

Follow by Email

Search

Memuat...
Copyright © 2013. Paket Wisata Jawa - All Rights Reserved