Wisata Sejarah, Napak Tilas Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa merupakan sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah. Yang menarik di museum ini yaitu, terdapat kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen yang sampai sekarang masih dapat berjalan dengan baik dan dapat menjalankan aktivitasnya sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan marupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua Kereta Api Uap ini di antaranya ada di Swiss dan India. Di museum ini jug` masih dapat ditemui berbagai macam jenis lokomotif uap dari seRi B, C, D hingga jenis CC yang paling besar yaitu CC 5029, buatan Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik di depan halaman museum.

Kemudian tanggal 6 Oktober 1976, museum ini dibangun di lahan Stasiun Ambarawa yang difungsikan sebagai lokasi untuk melestarikan kereta api uap dan sekaligus juga sebagai museum terbuka yang satu lahan dengan stasiun asli. Rencananya Museum Ambarawa akan direnovasi untuk dijadikan sebagai museum yang benar dan diharapkan museum tersebut menjadi museum kereta api terbesar di Asia Tenggara Pemerintah juga tengah menghidupkan jalur kereta api Semarang – Ambarawa yang diharapkan bisa tersambung pada 2014 mendatang. Museum Kereta Api Ambarawa yang merupakan salah satu cagar budaya aset PT Kereta Api Indonesia (KAI juga baru saja selesai menjalani rehabilitasi tahap peptama. Mdski demikian, museum baru akan diresmikan di tahun 2013 nanti.

Lokasi
Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Kabupaten Semarang, tepatnya di jalan Stasiun Ambarawa No.1 Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Museum ini merupakan salah satu obyek wisata di Jawa Tengah yang memiliki koleksi kereta api uap terlengkap.

Obyek Wisata
Di museum ini terdapat koleksi 21 lokomotif uap. Koleksi yang lain dari museum ini adalah telpon antik, peralatan telegram morse, dan beberapa perabotan antik lainnya. Jika Anda ingin merasakan naik kereta api uap yang sempat berjaya pada jaman dulu, Anda bisa menikmati kereta api uap wisata yang ditawarkan di museum ini. Di sepanjang jalan ketika Anda sedang menikmati kereta api uap wisata ini, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu, serta Rawa Pening di kejauhan. Tidak hanya semata-mata bertamasya naik kereta, dalam perjalanan ini Anda seakan dibawa pada masa lalu dan merupakan napak tilas jejak perkeretaapian di Indonesia.

Kereta Api Wisata Uap
Perjalanan kereta api uap wisata dengan rel bergerigi. Perjalanan diawali dari Stasiun Ambarawa ke Bedono pulang pergi dengan biaya Rp. 3.250.000,- untuk kapasitas 80 Orang dengan jarak tempuh sekitar 9 km. Mengingat biayanya yang mahal, biasanya kereta api wisata ini hanya bisa di sewa, tidak digunakan untuk perorangan.

Kereta Lori Wisata
Perjalanan diawali dari Stasiun Ambarawa ke Tuntang pulang pergi dengan biaya Rp. 10.000,-/orang dan minimal pemberangkatan berjumlah 15 orang.

**Harga sewaktu-waktu dapat berubah, tergantung harga bahan bakar kayu, untuk informasi mengenai harga, Anda bisa telepon langsung ke Museum Kereta Api Ambarawa di nomor telepon (0298) 591035.

Informasi Tambahan
Setiap tahun pada liburan hari raya Idul Fitri, pengelola Stasiun Kereta Api Ambarawa memberikan kesempatan bagi wisatawan yang ingin menaiki Kereta Api Uap Bergerigi secara personal (tiket eceran) dengan biaya sebesar Rp. 100.000,-/orang. Harga Tiket Masuk
Museum Kereta Api Ambarawa ini beroperasi pada hari senin sampai minggu dan buka pada jam 8 pagi sampai 4 sore. Untuk harga tiket masuk ke museum ini Anda akan dikenakan biaya Rp. 5.000,-

Akses
Jika Anda dari arah Semarang, akses jalan yang harus dilewati hanya menuju selatan ke arah Ungaran, setelah sampai pertigaan Bawen silakan menuju ke arah Jogjakarta (belok kanan) menuju tugu Palagan Ambarawa.

Jika Anda dari Kota Jogjakarta, Anda hanya perlu berjalan lurus menuju arah Semarang dan langsung ke pertigaan tugu Palagan Ambarawa. Setelah sampai di tugu Palagan Ambarawa, Anda ambil kekiri (arah Semarang) atau kanan (arah Jogja), sekitar 100 meter sampai di Museum Kereta Api Ambarawa.


View Museum Kereta Api Ambarawa in a larger map

Vihara Buddhagaya Watugong, Wisata Religi Dan Sejarah

Selain Klenteng Sam Poo Kong, Semarang juga masih mempunyai wisata religi yang berbau pecinan. Nuansa di film Sun Go Kong si Raja Kera yang sangat lincah dan nakal dan para dewanya sangat kental di area obyek wisata satu ini, dari detail ornamen, patung, sampai dengan taman pun seakan kita tidak sedang berada di kawasan indonesia. Vihara Buddhagaya Watugong namanya yang terletak masih dalam area kawasan Kota Semarang Jawa Tengah. Tempatnya yang sangat mudah dijangkau dan tepat dipinggir jalan raya menjadikan Vihara ini sebagai obyek wisata religi antar lintas agama.

Obyek Wisata
Vihara Buddhagaya Watugong adalah sebuah tempat persembahyangan berdiri di atas lahan seluas 2,25 hektare dengan lima bangunan utama. Diperkirakan bahwa ini merupakan wihara pertama dalam penyebaran agama Budha di Pulau Jawa, setelah kejatuhan Kerajaan Majapahit. Dan ajaran Budha di Watugong dibawa biku asal Srilangka, Narada.

Adapun ikon yang mencolok dari Vihara Buddhagaya Watugong ini adalah sebuah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna artinya kasih sayang) yang berdiri menjulang setinggi 45 meter dan berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter dengan tingkat berjumlah 7 lantai. Pagoda inipun masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pagoda tertinggi di indonesia.

Didalam pagoda Avalokitesvara di lantai 1 terdapat patung Dewi Kwan Im yang berukuran besar, dari lantai 2 sampai dengan lantai 6 terdapat patung Dewi Kwan Im ( Dewi Welas Asih ) yang menghadap ke 4 penjuru mata angin dan pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia.

Selain bangunan pagoda, ada juga bangunan yang tidak kalah menarik. Yaitu Vihara Dhammasala, bangunan berlantai 2 ini dibangun sejak tahun 1955 yang didalamnya terdapat Ruangan besar dengan patung Buddha di dalamnya yang digunakan untuk memaparkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai Dharma.

Satu lagi yang menarik disini adanya patung budha tidur disebelah pohon Sala, yang konon Sang Buddha dilahirkan di bawah pohon Sala, dan begitu pun saat meninggalnya, Buddha menghembuskan nafas terakhir di antara dua pohon Sala.

Lokasi
Vihara Buddhagaya Watugong terletak dialamat Jl. Perintis Kemerdekaan, Watugong Semarang, Jawa Tengah Indonesia.

Akses
Tidak begitu sulit untuk sampai ke Vihara Buddhagaya Watugong, kalau anda dari Kota Semarang cukup sekali naik bis atau berkendara pribadi menuju arah Kota Solo atau Ungaran. Kira – kira 45 menit dari jatung Kota Semarang sebelah kiri jalan dan tepat didepan markas Kodam IV Diponegoro.

Akomodasi
Karena Vihara Buddhagaya Watugong berada tepat dipinggir jalan Semarang-Solo. Jadi untuk akomodasi sangatlah mudah. Dan jangan lupa untuk icip-icip Ubi Cilembu semanis madu yang dijual dipinggir jalan dekat Vihara Buddhagaya Watugong.

Wisata Banyuwangi Taman Nasional Alas Purwo Jawa Timur

Dulu namanya Suaka Margasatwa Banyuwangi Selatan, sekarang Alas Purwo atau lengkapnya Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah satu tempat wisata di Jawa. Berada di ujung Pulau Jawa bagian timur, tepatnya di Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Nama Alas Purwo sendiri bagi masyarakat setempat mempunyai arti sebagai hutan tertua di tanah Jawa. Karena hal tersebut, Alas Purwo dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu selain menjadi tempat wisata alam, Alas Purwo juga dijadikan sebagai tempat wisata ziarah.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan tipe hutan hujan dataran rendah dengan ketinggian sekitar 322 mdpl dan puncak tertinggi berada di Gunung Lingga Manis. Beberapa tipe hutan terdapat di taman nasional ini, seperti hutan bambu, hutan bakau, hutan tanaman, hutan pantai, hutan alam, dan padang savana. Dari beberapa tipe hutan yang ada, hutan bambu yang paling mendominasi, dengan prosentase sekitar 40% dari luas wilayah taman nasional ini.
Objek Wisata
Taman Nasional Alas Purwo, merupakan kawasan wisata yang sangat komplit. Jika Anda berkunjung ke sana, Anda bisa menikmati beberapa tempat wisata sekaligus. Aktivitas yang bisa Anda lakukan di sana yaitu menjelajah hutan dan mengamati flora fauna Alas Purwo, berjemur di pantai, berselancar, dan wisata ziarah.

Terdapat sekitar 13 jenis tumbuhan bambu dan 548 jenis tanaman lain yang terdiri dari semak, herbal, rumput, dan pohon. Sawo Kecik (Manilkara kauki) dan Bambu Manggong (Gigantochloa manggong) merupakan tumbuhan endemik yang ada di Taman Nasional Alas Purwo. Selain itu terdapat beberapa tumbuhan lain, misalnya Kepuh (Sterculia foetida), Nyamplung (Calophyllum inophyllum), Ketapang (Terminalia cattapa), dan Keben (Barringtonia asiatica).

Beberapa spesies hewan yang hidup di taman nasional ini adalah Banteng (Bos javanicus), Lutung Budeng (Trachypithecus auratus), Rusa (Cervus timorensis), Burung Merak (Pavo muticus), dan Macan Tutul (Panthera pardus). Jika Anda ingin berinteraksi langsung mengamati tingkah para spesies penghuni taman nasional ini, Anda bisa mengunjungi padang savana Sadengan. Dari pintu masuk taman nasional, berjarak sekitar 12 Km.

Setelah puas menjelajah hutan dan menikmati pemandangan, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke sebuah pantai yang terdapat di dalam taman nasional ini. Pantai Trianggulasi, berjarak sekitar 1.5 Km dari padang savana Sadengan. Di pantai tersebut terdapat sebuah tugu yang bernama Tugu Trianggulasi. Pantai ini memiliki hamparan pasirnya yang putih dengan kombinasi hutan pantai. Merupakan lokasi yang sangat cocok untuk aktivitas berkemah dan melihat matahari terbenam. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan ke arah barat sejauh 5 km, Anda akan sampai di Pantai Ngagelan. Di pantai ini Anda bisa melihat tempat bertelurnya penyu. Oleh karena itu, tempat tersebut dijadikan sebagai tempat penangkaran penyu.

Jika Anda gemar olahraga selancar, Anda diwajibkan mencoba gelombang laut Plekung atau G-Land. Nama Plekung sendiri berasal dari warga setempat, untuk penamaan G-Land berasal dari wisatawan mancanegara yang terkesan dengan gelombang laut pantai ini. Waktu yang terbaik untuk mendapatkan gelombang tinggi untuk berselancar yaitu pada bulan Mei-Oktober.

Objek wisata lainnya yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo yaitu Segara Anakan. Segara Anakan merupakan teluk kecil yang memiliki panjang sekitar 18 Km dengan lebar sekitar 400 meter. Daya tarik dari Segara Anakan yaitu pantai yang memiliki kawasan hutan bakau terluas di Provinsi Jawa Timur. Terdapat sedikitnya 26 jenis hutan bakau di Segara Anakan ini.

Selain objek wisata alamnya, Alas Purwo juga sangat terkenal dengan wisata ziarah. Beberapa situs-situs ziarah yang dijadikan sebagai lokasi semedi atau bertapa oleh sebagian orang yang memohon berkah. Terdapat Pura Luhur Giri Salaka yang merupakan pura untuk ibadah bagi masyarakat Hindu di sekitar taman nasional. Selain pura, juga terdapat gua yang dianggap keramat. Gua Istana dan Gua Padepokan Jika Anda masih punya cukup waktu ketika Anda berwisata ke Taman Nasional Alas Purwo, Anda disarankan mengunjungi Gunung Kawah Ijen yang berada sekitar 33 Km ke arah utara.

Lokasi
Alas Purwo atau Taman Nasional Alas Purwo berada di kedua kecamatan yaitu Kec. Tegaldlimo dan Kec. Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Akses
Dari Banyuwangi, Alas Purwo dapat dijangkau dengan menggunakan mobil pribadi atau sewa mobil berjarak sekitar 65 Km menuju Pasar Anyar. Sesampai di Pasar Anyar, Anda dapat menggunakan ojek menuju Pos Pintu Utama yang berada di Rawa Bendo.

Fasilitas dan Akomodasi
Beberapa fasilitas dan akomodasi yang terdapat di Taman Nasional Alas Purwo dapat dikatakan sangat memadai, misal tersedianya pemandu penjaga hutan atau Jagawana, persewaan mobil dan motor untuk menjelajah hutan, papan penunjuk jalan, wisma tamu di pos Rawa Bendo, warung makan, dan cottage yang terdapat di Plengkung (G-Land).


View Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Indonesia in a larger map

Menikmati Pesona Gunung Kawah Ijen

Kawah Ijen atau Gunung Kawah Ijen adalah salah satu gunung yang masih aktif di provinsi Jawa Timur. Gunung Kawah Ijen juga termasuk dalam bagian Taman Nasional Alas Purwo. Gunung Kawah Ijen terletak di antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Gunung Kawah Ijen pernah meletus beberapa kali yang mengakibatkan terbentuknya sebuah danau kawah dan mengandung belerang di dalamnya. Dengan ketinggian 2.443 mdpl dan danau kawah yang memiliki luas sekitar 55 hektar, kawah ijen disebut-sebut termasuk salah satu danau kawah terbesar di dunia. Daya tarik lainnya selain danau kawah yaitu fenomena api biru atau Blue Fire di Kawah Ijen. Fenomena tersebut hanya ada dua di dunia ini. Salah satunya yang ada di Kawah Ijen.

Objek Wisata
Jika Anda mempunyai rencana akan berwisata di Jawa Timur, masukkan Gunung Kawah Ijen ke dalam daftar tujuan wisata Anda. Dalam perjalanan sebelum mencapai Gunung Kawah Ijen, jika Anda melewati Bondowoso, Anda akan disuguhi pemandangan perkebunan kopi yang cukup luas. Selain itu, Anda bisa menyempatkan waktu sebentar untuk menikmati kesejukan Air Terjun Banyupahit. Sumber air dari air terjun ini berasal dari Gunung Kawah Ijen. Dinamakan Banyupahit, karena airnya yang berwarna kehijau-hijauan dan memilki rasa pahit yang disebabkan kandungan kadar belerang dari Kawah Ijen. Pemandangan bertambah sejuk karena selain itu terdapat hutan cemara yang di sekitar lokasi Air Terjun Banyupahit.

Setelah puas menikmati kesejukan pemandangan air terjun, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen. Sesampai di kawasan Kawah Ijen, Anda harus berjalan mendaki sekitar 3 km untuk mencapai bibir kawah. Sesampai di lokasi, kelelahan Anda akan dibayar ketika di depan Anda terbentang luas sebuah danau kawah nan eksotik dengan air yang berwarna hijau. Merupakan pemandangan yang sangat indah dengan gradasi warna langit biru dan air yang hijau, mungkin Anda tidak bisa membayangkan jika belum mengunjunginya.

Selain itu pemandangan hilir mudik para penambang belerang yang memikul bongkahan-bongkahan belerang berukuran sangat besar yang berwarna kuning akan memberikan kesan tersendiri bagi Anda. Disarankan ketika Anda berwisata di Kawah Ijen, sebaiknya Anda membawa masker atau penutup hidung. Dikarenakan kadar belerang yang cukup tinggi mungkin akan menyebabkan gangguan pernafasan Anda yang belum terbiasa.

Waktu terbaik untuk menikmati pesona keindahan Gunung Kawah Ijen yaitu pada bulan Agustus-September. Karena pada bulan tersebut bunga edelweis yang berwarna putih dan kuning sedang tumbuh dan akan menambah eksotisme keindahan Gunung Kawah Ijen.

Lokasi
Berada di dua kecamatan dan kabupaten. Yaitu Kec. Licin, Kab. Banyuwangi dan Kec. Sempol, Kab. Bondowoso, Provinsi Jawa Timur.

Akses
Dari arah utara (Situbondo)

Anda dapat menggunakan kendaraan umum seperti bus atau dengan kendaraan pribadi menuju Kec. Sempol dengan jarak sekitar 90 Km. Sesampai di Desa Sempol, Anda harus menuju Pos Paltuding dengan jarak sekitar 15 Km.

Dari arah selatan (Banyuwangi)

Untuk sampai ke Kec. Licin berjarak sekitar 15 Km, kemudian dilanjutkan ke Pos Paltuding dengan jarak sekitar 18 Km.

Pos Paltuding merupakan pos pendakian menuju Kawah Ijen. Disarankan sebaiknya Anda sampai di pos ini pada waktu pagi hari. Untuk alasan keamanan, pada pukul 2 siang pos pendakian akan ditutup, karena biasanya angin yang mengandung sulfur mengarah melewati jalur pendakian yang akan membahayakan pengunjung.

Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas dan akomodasi di Gunung Kawah Ijen relatif memadai. Jalan yang akan dilalui menuju Pos Paltuding cukup memadai. Area parkir yang nyaman dan tergolong luas. Untuk Anda yang ingin bermalam, Anda bisa menggunakan pondok, penginapan dan bumi perkemahan. Terdapat juga warung makan di sekitar pos pendakian.


View Gunung Kawah Ijen in a larger map

Gunung Purba Cianjur, Wisata Terpendam di Indonesia

Negara Indonesia banyak memiliki situs megalithic yang cukup beragam, tetapi ada satu situs megalithic yang begitu mempesona dan masih menjadi misteri. Dikarenakan wujud asli dan berasal dari jaman apakah situs ini berdiri masih belum diketahui. Situs ini berada di ketinggian 885 m dpl, di Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa barat. Di lokasi ini banyak berserakan batuan balok vulkanik yang berpusat di sebuah gunung, bahkan di area persawahan dan di sekitar rumah warga yang tak terhitung jumlahnya. Dan anehnya lagi, batuan andesit Gunung Padang ini hanya ditemukan disekitar Gunung Purba.

Obyek Wisata
Situs Gunung Padang atau dalam bahasa sunda Padang yang mempunyai arti Terang ini masih misteri, belum diketahui pasti bentuk awalnya. Para peneliti memperkirakan bentuk asli dari Gunung Padang ini menyerupai Piramida di Mesir dan melebihi besar dari Candi Borobudur. Diperkirakan juga batunya berusia 4000-9000 SM (Sebelum Masehi). Situs megalitik ini sendiri berasal dari periode 2500-4000 SM. Ini berarti bangunannya telah ada sekitar 2.800 tahun sebelum dibangunnya Candi Borobudur. Situs yang diperkirakan ada sebelum Piramida Mesir dan juga situs terbesar se Asia Tenggara dari 5 teras. Teras yang pertama disebut dengan pamuka lawang atau (Pembuka Pintu). Di tandai dengan ada dua buah batu yang berdiri posisinya seperti pintu, lokasinya berada paling bawah. Teras kedua disebut dengan bukit masigit karena batuan-batuan yang terbentuk di teras tersebut menyerupai masjid. Teras ketiga disebut dengan mahkota dunya atau Mahkota dunia. Teras keempat ada yang menyebut tapak kujang, ada yang menyebut batu kanuragaan, ada yang menyebut batu kanuragan. Sedangkan teras yang paling atas disebut dengan singgasana.

Dalam singkat cerita masyarakat sekitar. Gunung Padang ini merupakan upaya Prabu Siliwangi dalam membangun istana dalam semalam. Dibantu oleh pasukannya, ia berusaha mengumpulkan balok-balok batu yang hanya terdapat di daerah itu. Namun, malam rupanya lebih cepat berlalu. Di ufuk timur semburat fajar telah menggagalkan usaha kerasnya, maka derah itu kemudian ia tinggalkan. Batu-batunya ia biarkan berserakan di atas bukit.

Para arkeologi sepakat bahwa Situs Gunung Padang ini bukan merupakan sebuah kuburan seperti dinyatakan oleh Krom (1914) tetapi merupakan sebuah tempat pemujaan masyarakat Sunda Kuna. Selain itu, situs ini juga dibangun dengan posisi memperhatikan pertimbangan geomantik dan astromantik. Sampai hari ini arlkeolog peniliti masih melakukan tugasnya dalam meniliti batuan-batuan yang ada di Gunung Padang untuk mengetahui pasti kapan bangunan ini dibangun. Jika benar perkiraan para arkeolog, maka akan merubah peta peradaban dunia. Bahwa bangunan tertua di dunia ada di Indonesia.

Lokasi
Situs Megalithic Gunung Padang berada di Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Akses
Obyek Wisata ini dapat ditempuh selama 1,5 jam dari kota Cianjur. 165 dari Jakarta dan 110 km dari Kota Bandung. Paling praktis perjalanan menuju ke Gunung Padang ini mengunakan mobil pribadi. Dua rute perjalanan yang mudah ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, yaitu melalui Pal Dua dan Tegal Sereh. Melalui jalur Pal Dua ditempuh melewati Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, dari Desa Warungkondang berbeloklah ke kanan menuju ke Cipadang-Cibokor-Lampegan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan Gunung Padang. Dan jalan yang dilalui cukup bervariasi dan melewati pemandangan indah Perkebunan Teh Gunung Manik. Apabila Anda melalui Jalan Tegal Sereh maka melalui rute Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, dari Sukaraja belok ke kiri Cireungas-Cibanteng–Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulaan-Gunung Padang.

Akomodasi
Banyak dijumpai warung atau rumah makan di sekitar Gunung Padang. Tetapi untuk penginapan, disekitar obyek tidak terdapat penginapan karena obyek ini belum begitu banyak pengunjung. Apabila butuh penginapan dapat menginap di hotel atau penginapan di Kota Cianjur.

Air Terjun Curug Cikaso, Wisata Alam Yang Menyejukkan.

Curug Cikaso adalah salah satu panorama alam indonesia yang masih tersimpan kealamiannya, tersembunyi di hutan rimba nan lebat di kawasan Sukabumi. Curug cikaso sebenarnya bernama Curug Luhur, mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug. Tapi oleh kebanyakan orang curug ini lebih di kenal dengan nama Curug Cikaso. Kontur permukaan kawasan Sukabumi yang berbukit-bukit menjadikan aliran sungai ini melewati banyak curaman dan tebing. Sehingga menciptakan sebuah karya alam yang menakjubkan Air Terjun Curug Cikaso.
Obyek Wisata Curug Cikaso
Untuk sampai ke Air Terjun Curug Cikaso cukup sulit, karena letaknya yang tersembunyi di area hutan Sukabumi. Dari pusat Kota Sukabumi, Curug Cikaso berjarak 70 Kilometer. Dengan kendaraan pribadi, kita bisa mencapai Curug sekitar 1,5 jam perjalanan. Belum lagi Anda harus menyeberang area penduduk dan persawahan. Bagi anda yang berjiwa petualang, Curug Cikaso merupakan tujuan wisata yang sempurna.

Sebelum mencapai Air Terjun Cikaso kita akan melewati area penduduk, area persawahan dan area hutan. Sehingga perjalanan kita akan di temani dengan pemandangan yang alami, sejuk dan indah. Memasuki area air terjun, kita akan merasa seperti memasuki sebuah taman yang indah. Pemandangan alami yang melingkupi air terjun ini bernuansa alam yang subur, segar dan alami. Walaupun kita harus menempuh perjalnan yang cukup melelahkan, namu rasa lelah kita akan hilang ketika kita melihat pemandangan alami dan sampai ke Air Terjun Curug Cikaso.

Air terjun yang satu ini memiliki tiga terjunan setinggi sampai 80 Meter, dengan lebar sekitar 100 Meter. Cukup lebar bukan? Ketiga terjunan berasal dari satu sungai yang alirannya di belah oleh bebatuan tebing, sehingga terbagi menjadi tiga terjunan. Masing masing terjunan juga memiliki nama sendiri-sendiri. Terjenun paling kiri bernama Curug Asepan, Curuk Meong di bagian tengah dan yang berada pling kanan bernama Curug Aki.

Curug Asepan dan Curug Meong memiliki terjunan yang cukup besar dan deras, keduanya juga berdampingan pada sisi tebing yang sama. Sehingga dari kejahuan kita hanya bisa melihat kedua air terjun ini. Sedangkan Curug Aki yang paling kanan memiliki terjunan yang relatif kecil. Curug Aki juga mengalir di tebing yang menghadap ke Timur dan terpisah dari dua terjunan lainnya. Sehingga Curug Aki terlihat "bersembunyi" jika kita melihatnya dari sebelah Barat.

Di bawah Air Terjun Curug Cikaso terdapat kolam yang cukup besar dan dalam. Kolam ini tercipta karena hempasan terjunan yang cukup deras, sehingga dasar kolam cukup dalam. Anda bisa berenang di kolam tersebut. Aliran air yang masih murni dan jernih membuat kolam tersebut berwarna hijau kebiruan. Dipadu dengan tumbuhan rambat yang rimbun kedua sisi air terjun dan warna tebing yang coklat megah, menyuguhkan pada Anda pemandangan yang menakjubkan. Namun disarankan agar Anda tetap berhati-hati karena kolam tersebut cukup dalam. Disamping itu, jangan sampai Anda berenang tepat dibawah air terjun karena anda bisa terhanyut.

Sekedar berbasah-basah ria tanpa berenang, kita bisa melangkah ke Curug Aki atau sisi barat Curug Asepan. Di dekat Curug Aki, kita bisa mandi dan berfoto ria di bawah terjunan. Kita juga bisa menjelajahi sungai yang mengalir setelah kolam. Sungai tersebut juga bertingkat dan banyak bebatuan di tengahnya. Jernihnya air yang mengalir membuat dasar sungai mudah terlihat. Tempat ini sangat cocok bagi anak-anak kita. Namun ada baiknya jika kita tetap mengawasi putra-putri kita saat bermain di sungai ini. Selain itu, di sungai ini anda bisa mendapatkan tempat yang terbaik untuk menikmati pemandangan Curug Cikaso, karena dari sungai ini, Air Terjun Cikaso akan terlihat megah dan indah.

Setelah puas bermain air, berbasah-basah dan menikmati keindahan air terjun, Anda bisa beristirahat di warung-warung yang letaknya tak jauh dari air terjun. Di sini Anda bisa mengisi perut atau sekedar minum secangkir kopi panas, sembari menikmati keindahan alam yang masih asri. Jangan lupa untuk membawa kantong plastik untuk menampung sampah, karena di area Air Terjun Curuk Cikaso tidak tersedia tempat sampah. Dengan demikian Anda juga ikut serta membantu kelestarian alam.

Lokasi Curug Cikaso
Wisata Alam Air Terjun Curug Cikaso terletak di Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sekitar 8 Kilometer dari Kecamatan Surade.

Akses Menuju Curug Cikaso
Lokasi Air Terjun Curug Cikaso bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Secara umum kondisi jalan menuju tempat wisata di Pulau Jawa ini relatif bagus. Namun beberapa kilometer sebelum air terjun kondisi jalan agak buruk (jalan berbatu).

Harga Tiket
Harga tiket untuk masuk ke area Air Terjun Curug Cikaso Jawa Barat terbilang cukup murah, yaitu sekitar Rp. 3.000,- per orang.

Fasilitas dan Akomodasi di Curug Cikaso
Di sekitar air terjun terdapat beberapa warung yang menjual makanan, serta beberapa yang menjual souvenir seperti kaos dan pernak-pernik lainnya. Jangan lupa untuk membawa baju ganti jika Anda berencana akan bermain air. Anda bisa berganti baju di toilet yang tersedia.


View Air Terjun Curug Cikaso in a larger map

Wisata Bahari Lamongan, Tempat Rekreasi Yang Menyenangkan

WBL (Wisata Bahari Lamongan) adalah objek wisata yang menggabungkan dua konsep yaitu wisata bahari dan wisata dalam areal seluas 11 hektar. Terletak di pesisir utara Pantai Jawa, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. WBL di buka sejak 14 November 2004 yang di kelola oleh PT. Bumi Lamongan Sejati, Sebuah perusahaan patungan Pemkab Lamongan dengan PT. Bunga Wangsa Sejati.

Area dan Lokasi Wisata Bahari Lamongan
Sebelum di bangun Wisata Bahari Lamongan lokasi ini dahulu di kenal dengan Pantai Tanjung Kodok, sehingga pada tahun 2004 an lokasi ini dikembangkan untuk wahana rekreasi dan liburan untuk skala nasional maka dibangunlah WBL.

WBL tak jauh berbeda dengan Pantai Ancol Jakarta, mempunyai lokasi yang sama yaitu dekat dengan pantai serta banyak obyek wisata yang cocok untuk dijadikan sarana rekreasi dan liburan untuk keluarga. Namun, perbedaan yang bisa kita lihat adalah pada warna air laut pada WBL lebih biru dan menyegarkan serta lebih enak untuk di pandang oleh mata.

Obyek Wisata Bahari Lamongan
Banyak wahana dan obyek wisata untuk dijadikan sarana berlibur atau rekreasi bersama keluarga atau teman-teman,  mulai dari wahana permainan, kolam renang, wahana permainan untuk anak maupun untuk orang dewasa, permainan yang bisa menantang adrenalin kita.

Beberapa objek wisata bahari lamongan antara lain:
  1. Permainan Air
  2. Kolam Renang Air Tawan dan Air Laut
  3. Waterboom
  4. Bioskop 3 Dimensi
  5. Rumah Sakit Hantu
  6. Samba Jet
  7. Mini Columbus dan Mini Train
  8. Mini Bumper Car dan Mini Bumber Boat
  9. Motocross
  10. Taman Kaca
  11. Taman Berburu
  12. Paus Dangdut
  13. Jet Coaster
  14. Istana Boneka
  15. Crazy Car
  16. Tagada dan masih banyak lagi Obyek wisata di WBL
 

Fasilitas dan Akomodasi Wisata Bahari Lamongan
Tersedia berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung kenyamanan para wisatawan yang berlibur disana. Fasilitasnya antara lain: Pasar Hidangan, Pasar Wisata, Pasar Buah dan Ikan, Masjid, Klinik, ATM, Tempat Menyusui Ibu dan Bayi, Taman Untuk Kucing, Toilet, Free Wifi, Tempat Parkir dan lai-lain.

Harga Tiket Masuk Wisata Bahari Lamongan:
Weekday (Senin - Kamis) Rp. 55.000,-
Weekend (Jum'at - Minggu, Hari Besar Nasional, Musim Libur WBL) Rp. 75.000,-

Green Canyon, Tempat Pariwisata Yang Eksotis

Bila anda pernah mendengar Kawasan Pariwisata luar negeri yang mempunyai fenomena alam yang sangat eksotis maka anda akan menebak kawasan itu bernama Gran Canyon. Gran Canyon merupakan tempat pariwisata yang mempunyai fenomena alam yang sangat eksotis, karena terdapat aliran Sungai Colorado yang di apit oleh tebing tinggi yang membentuk jurang. Jika anda penasaran, kita tidak perlu terbang keluar negeri untuk melihat Grand Canyon, sebab di Pulau Jawa terdapat Daerah yang mirip Grand Canyon yaitu Green Canyon atau di sebut juga Cukang Taneuh.

Tempat dan Lokasi Green Canyon atau Cukang Taneuh
Green Canyon Indonesia berada dikawasan wisata Jawa Barat, tepatnya di Desa Kertayasa, Kec. Cijulang, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Berjarak sekitar 130 Km dari Kota Ciamis dan berjarak kurang lebih 31 Km dari Pangandaran.


Sebelumnya daerah ini bernama Cukang Taneuh atau "Jembatan Tanah". Nama Cukang Taneuh oleh orang jawa diambil dari nama suatu kondisi dimana ada sebuah jembatan tanah di hulu aliran sungai Cijulang. Tahun 1993, dua orang wisatawan mancanegara asal Prancis yang pada saat itu berkunjung ke Cukang Taneuh dan menyebutnya dengan nama Green Canyon. Kemudian nama Cukang Taneuh lebih populer dengan nama Green Canyon sampai saat ini.

Perbedaan Grand Canyon dan Green Canyon sendiri berada di pemandangan alamnya. Jika Grand Canyon didominasi warna coklat dan merah, Green Canyon Pangandaran didominasi warna hijau.

Obyek Wisata Green Canyon atau Cukang Taneuh
Jika anda berlibur di Jawa Barat dan ingin mencari sensasi liburan berbeda, Green Canyon adalah salah satu tempat wisata yang tepat. Lokasi yang unik yang terbentuk dari Sungai Cijulang dan tebing tinggi sangat menarik untuk dicoba. Arung jeram, kano, berenang, menyelam dan panjat pinang merupakan kegiatan liburan yang asyik untuk dicoba pada kawasan objek wisata Cukang Taneuh.


Hal utama yang menjadi daya tarik bagi wisatawan di Green Canyon adalah berpetualang dengan perahu kecil atau "ketinting". Awal berpetualang berada di Dermaga Ciseureuh. Sungai yang mempunyai pemandangan tebing menjulang tinggi dipadu dengan pemandangan pepohonan dan air sungai berwarna hijau merupakan suguhan yang sangat eksotis. Jika Anda beruntung, anda dapat berjumpa dengan hewan penghuni Sungai Cijulang seperti biawak, ular kadut, dan monyet.

Jika anda penasaran ingin Memasuki gua stalaktif dan stalagmit yang menghiasi gua, anda bisa mencoba berenang menggunakan pelamppung kedalam goa. Pemandangan di dalam goa akan lebih menakjubkan. Masyarakat setempat menyebutnya Zona Hujan Abadi, sebab walaupun musim kemarau, aliran air seperti hujan tidak pernah berhenti.

Yang lebih menarik lainnya adalah menyelami sungai dan kita akan disuguhi pemandangan bawah dasar goa dengan beberapa spesies ikan yang hidup di dalamnya. Waktu yang terbaik untuk berkunjung ke Green Canyon yaitu pada saat musim kemarau, yaitu pada bulan Mei sampai September.


Akses Menuju Green Canyon atau Cukang Taneuh
Akses menuju lokasi pariwisata ini kurang lebih berjarak 31 Km dari pantai Pangandaran, jika anda dari Ciamis kurang lebih berjarak 390 Km. Setelah sampai dermaga Ciseureuh, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Sungai Cijulang dengan perahu kecil sampai ke Goa Green Canyon yang berjarak kurang lebih 3 Km. Untuk menyewa perahu kecil anda di kenakan biaya sekitar Rp. 100.000,-

Fasilitas dan Akomodasi
Dimulai dari dermaga Ciseureuh sebagai tempat pelabuhan perahu-perahu kecil untuk mengantarkan ke Lokasi Green Canyon disini terdapat banyak fasilitas seperti tempat bermain, tempat ibadah, toilet umum, warung makan dan toko souvenir dan oleh-oleh, sedangkan untuk Penginapan di sekitar kawasan dermaga terdapat beberapa hotel dan homestay untuk tempat beristirahat.



View Green Canyon, Jawa Barat in a larger map

Daftar Hotel & Penginapan

 

Follow by Email

Online bingo Top Blogs free web site traffic and promotion Info Wisata Jawa
Copyright © 2013-2015. Paket Wisata Jawa, Info Wisata Jawa, Info Hotel di Jawa, Nonton Film Terbaru - All Rights Reserved